Wanita Batak berusia 100 tahun, hidup sendiri, memasak di depan rumah
By
On 23 Februari 2012 At 21:19
Category : Berita Feature
Tags : Balige, Batak, Simanjuntak, Tambunan
Responses : 4 Comments
Desa Tambunan, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara — Wanita Batak Toba Ompung boru Simanjuntak dalam foto ini mengaku bahwa usianya sudah lebih dari 100 tahun. Ompung ini mempunyai enam putra dan dua putri dari pernikahannya dengan Oppu si Edu Tambunan (almarhum). Namun rumahnya terlihat sangat sepi, tidak ada tanda-tanda keberadaan keluarga besar, ketika dikunjungi Koran Tapanuli di Tambunan, Balige, Toba Samosir.
KoranTapanuli.com | Berita Sefti Legi

Nenek Batak Toba di Tambunan, Balige. Foto Sefti Legi.
Anak-anaknya sudah merantau dan telah menikah. Dia berhasil menyekolahkan anak-anaknya hingga perguruan tinggi. Ada yang bekerja di perusahaan swasta, ada juga yang menjadi pegawai pemerintah.
Kata Ompung boru Simanjuntak kepada Koran Tapanuli, karena keterbatasan hari libur dan perjalanan yang cukup menghabiskan banyak waktu, maka anak serta menantu dan cucunya jarang sekali datang mengunjungi dia di kampungnya di Desa Tambunan.
Dengan sejumlah uang yang rutin dikirim oleh anaknya, dia dapat mencukupi kebutuhannya sehari-hari.
Pada usianya yang sudah sangat tua, dia memiliki sedikit masalah dengan pendengaran. Tapi dia masih kuat untuk melakukan pekerjaan sehari-hari di rumahnya. Nenek ini biasa membelah-belah kayu tumbang yang ada di belakang rumahnya dengan golok yang sudah tumpul untuk digunakan sebagai kayu bakar dalam memasak.
Setiap hari dia memasak di depan teras rumahnya. Menurutnya, bila memasak di dapur tidak terlihat jelas karena rumahnya tidak diterangi oleh cahaya lampu listrik.
Kasihan Oppu Edu boru Simanjuntak, dia sering dibohongi oleh orang lain. Dia bercerita, pernah ada orang yang berjanji akan membelikan ikan rebus di hari pekan pasar Balige dan diberikannya uang Rp10 ribu, namun tak kunjung juga pesanannya diantarkan kepadanya.
Wanita Batak Toba ini mengaku bahwa dirinya selalu bersyukur kepada Tuhan atas keberhasilannya menyekolahkan anak-anaknya. Ompung ini lebih memilih hidup sendiri di rumahnya. Ia tidak betah tinggal di luar Kabupaten Toba Samosir.
[Berita ini pernah terbit pada versi cetak Koran Tapanuli.]
| Tweet |







irony!!!
ijin share untuk pos saya di Google+.
Terima kasih.
alangkah baiknya seadainya didapur/rumah diterangi oleh lampu dan juga perlu didampingi pengasuh (suster) horas ma da OPPUNG
Semoga TUhan selalu memberi kesehatan dan kekuatan buat namboru/akkang… Sebagai boru Simanjuntak, salam hormat dan salut untuk kegigihannya.. Bahkan hidup sendiri tanpa ada sanak keluarga yang menemani.. Apakah salah satu dari keturunanannya tidak tertarik untuk pulang dan menemani hari-hari tua si namboru/akkang ini ?? Entahlah.. Hanaya Tuhan yang tahu…