Di Buhit, Pangururan, Sitanggang bakar rumahnya sendiri
By
On 18 Februari 2012 At 13:05
Category : Kabupaten Samosir
Tags : Pangururan, Sitanggang
Responses : One Comment

Rumah Person Sitanggang habis terbakar di Buhit. Foto Hayun Gultom.
Buhit, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara — Warga desa Pardugul, Kenegerian Buhit, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, terkejut dan ramai-ramai menuju ke arah kobaran api sekitar pukul 19.45 kemarin malam, 17 Februari 2012. Satu unit rumah Batak yang terbakar itu terbuat dari papan, berada dekat sebuah gereja, selama ini dihuni oleh satu orang laki-laki yang, maaf, kurang waras.
KoranTapanuli.com | Berita Hayun Gultom
Nama si pemilik rumah adalah Person Sitanggang. Ia sudah memiliki anak empat. Tapi anak dan isterinya kini sudah tinggal di Kota Medan setelah gagal membawa Person berobat.
Di rumahnya Person tinggal sendirian. Aliran listrik sudah diputus dan barang-barangnya pun tidak ada lagi di dalam rumah. Biasanya ia makan ke rumah saudaranya, perempuan, yang tidak jauh dari rumahnya. “Tapi akhir-akhir ini Tulang sudah jarang datang,” kata Nimro Naibaho, anak saudara perempuan Person.
Dalam kebakaran kemarin malam, api diketahui mulai menjilat bagian res plang rumah sebelahnya, milik Nai Endang Sitanggang. Warga menyiraminya dengan air agar tidak sampai ikut terbakar sampai akhirnya pemadam datang. Namun rumah Person sudah tidak terselamatkan, tinggal tangga semen dan puing-puing serta tiang-tiang rumah yang sudah menjadi arang.
Selama kebakaran terjadi, Person Sitanggang tidak terlihat di lokasi kebakaran. Warga sempat bertanya-tanya tentang keberadaan Person. Ada warga yang mengatakan Person tidak berada di dalam rumah saat kebakaran, tapi ada juga yang merasa khawatir jangan-jangan Person ikut terbakar.
Aparat kepolisian dan Camat Pangururan yang berada di lokasi kebakaran juga mencari tahu di mana Person dan apa penyebab kebakaran itu. Tidak mungkin karena korsleting arus listrik, karena di rumah itu tidak ada aliran listrik. Tidak mungkin juga karena api kompor, kerena Person tidak memasak. Jika unsur kesengajaan, untuk apa pula orang membakar rumah laki-laki yang mengalami kelainan jiwa yang di dalamnya tidak ada harta benda.
Tidak beberapa lama kemudian setelah rumah itu habis terbakar, akhirnya warga menemukan Person Sitanggang. Ternyata ia mengintip dari kejauhan saat selama api melalap habis rumahnya.
Saat ditanya oleh petugas, Person mengaku bahwa dirinya sendirilah yang membakar rumahnya. Api bermula dari selimut yang ia bakar. Kemudian ia keluar dan mengintip api selimut yang semakin besar itu. Ia meninggalkan lokasi rumah setelah bagian dinding rumah terbakar, dan dia menontonnya dari kejauhan.
“Kenapa kau bakar rumahmu?” tanya Polisi kepada Person.
“Selimut saja yang kubakar,” jawab Person.
“Ditangkaplah kau!” kata Polisi.
“Tangkaplah, nah!” kata Person, sambil menyerahkan kedua tangannya untuk diborgol.
Polisi dan warga setempat tidak bisa berbuat apa-apa pada Person yang mengalami kelainan jiwa itu. Tidak ada proses hukum yang bisa dilakukan untuk Person termasuk untuk menahannya. Warga setempat yang juga keluarga Person mengatakan, “Bah, boa ma bahenon, ai na songoni do.”
| Tweet |







yah… goarna pe na sakit jiwa.