Guru honorer cuma diupah Rp170 ribu
Di sebuah Sekolah Dasar Negeri di Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, masih ada guru honorer yang gajinya hanya Rp170.000/bulan. Diterima paling cepat satu kali dalam tiga bulan.
KoranTapanuli.com | Pangururan, Samosir | Berita Hayun Gultom
Seorang guru honorer kepada situs Koran Tapanuli mengatakan, ia dan empat temannya yang juga honorer di sekolah itu digaji dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Mereka berlima disebut sebagai “honor komite”.
Meskipun gaji yang sangat minim, namun dari segi waktu dan jumlah les mengajar, mereka sama seperti guru PNS lainnya yang bergaji di atas Rp2 juta. Bahkan untuk tugas-tugas tertentu, seperti mengoperasikan komputer di beberapa sekolah dasar, menjadi tugas guru honorer. Sementara guru yang sudah senior, juga yang sudah sertifikasi, banyak yang gagap teknologi komputer.
Dengan harapan bisa diangkat menjadi PNS, banyak guru honorer yang bertahan walaupun upahnya sangat tidak layak.
Saat dikonfirmasi oleh KoranTapanuli.com beberapa hari lalu, guru honorer yang sudah mengabdi sejak tahun 2006 ini meminta agar namanya dirahasiakan. Semula ia mengeluhkan tentang tunjangan fungsionalnya sebesar Rp300 ribu/bulan yang belum ia terima sejak Januari 2011 lalu.
Ia dan sejumlah guru honorer di Kabupaten Samosir mengurus berkas untuk menerima tunjangan tersebut pada Desember 2010. Tapi hingga Januari 2012 terdapat sebanyak 36 orang yang belum menerima. Sedangkan yang lainnya sudah.
Menurut staf yang membidangi masalah ini di Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir, Rikardo Hutajulu, tidak masuknya dana tunjangan itu ke rekening 36 guru honorer adalah diakibatkan adanya perubahan nama bank untuk pengiriman dari pusat. Sehingga nomor rekening mereka juga ditentukan dari sana. Alasannya, menurut Rikardo, karena selama ini sering rekening guru sering tidak lagi berfungsi karena terlalu lama kosong. Tapi nomor rekening yang baru ini tidak akan mati sekalipun saldonya nol rupiah, katanya kepada Koran Tapanuli, 31 Januari 2012.
Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir hanya menyampaikan data-data sesuai yang dibuat oleh guru honorer. Ternyata pada data itu ada yang tidak menyertakan nomor rekening, atau justru rekening bank yang lain, padahal pengiriman melalui Bank BRI.
Rikardo Hutajulu mengatakan, Dinas Pendidikan Kabupaten Samosir sedang mengurusnya ke Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara. Dikatakannya, dua orang dari ke-36 guru honorer sudah menerima pengiriman dana tunjangan fungsional lewat rekening yang baru itu.
| Tweet |







JIKA SPERTI INI KEJADIAN NYA,,,,APA KEBIJAKAN YANG DI AMBIL OLEH KORAN TAPANULI UNTUK MENDUKUNG PARA GURU HONORER,,,,,MOHON DITUNTASKAN [SOROT LEBIH DALAM ]….